Dugaan Skandal 'Japrem' Kampar: Kapolres Perintahkan Bawahan Tarik Setoran Kejahatan Lingkungan


KAMPAR – SATGASUSMERAHPUTIH

Tingginya angka kejahatan lingkungan di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Kampar memicu reaksi dan kecaman keras dari publik. Kapolda Riau secara tegas didesak untuk segera mengambil langkah taktis dengan merotasi Kapolres Kampar, beserta Kasat Reskrim dan Kanit Tipidter, yang dinilai mandul dan gagal total dalam memberantas mafia perusak alam.

Kuat dugaan, maraknya aktivitas perusakan ekosistem ini tak lepas dari adanya 'atensi' khusus yang mengalir kepada oknum pimpinan di Polres Kampar. Bahkan, informasi miring mulai santer terdengar di kalangan internal.

Berdasarkan desas-desus dari salah satu pimpinan tingkat Polsek, muncul narasi yang menyebutkan bahwa pucuk pimpinan di Polres Kampar "tergila-gila dengan uang, namun enggan menanggung risiko." Mentalitas ini diduga kuat menjadi alasan utama mengapa penegakan hukum terkait lingkungan di Kampar jalan di tempat.

Lebih parah lagi, program Green Policing yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan terbukti tidak benar-benar dijalankan di Kampar.

Tumpulnya penegakan hukum ini disinyalir kuat karena jabatan strategis seperti Kasat Reskrim dan Kanit Tipidter diisi oleh sosok-sosok yang merupakan "anak main" atau loyalis dari Kapolres itu sendiri.

Akibatnya, rantai komando penindakan penuh dengan kompromi dan tebang pilih.
Fakta di lapangan menunjukkan kerusakan yang semakin masif. Herannya, berbagai kejahatan lingkungan seperti illegal logging (pembalakan liar), tambang Galian C ilegal yang merusak ekosistem sungai, hingga maraknya tambang emas tanpa izin (PETI), terus beroperasi secara leluasa tanpa pernah ada tindak lanjut penertiban yang berarti dari Polres Kampar.


Kondisi ini merupakan bentuk ironi yang mencederai institusi. Di saat Kapolda Riau bersusah payah membangun program kerja untuk penegakan hukum dan kelestarian lingkungan, Kapolres Kampar justru dinilai membangkang, tidak taat pada arahan pimpinan, dan terkesan melakukan pembiaran secara terstruktur.
Masyarakat dan para pemerhati lingkungan kini menanti ketegasan Kapolda Riau.

Pembiaran ini tidak bisa ditoleransi lagi. Pencopotan dan rotasi segera terhadap Kapolres Kampar, Kasat Reskrim, dan Kanit Tipidter adalah harga mati untuk mengembalikan wibawa hukum dan menyelamatkan alam Kampar dari kehancuran yang lebih fatal. 

Evaluasi jajaran Polres Kampar sekarang juga, sebelum kepercayaan publik terhadap institusi Polri di Riau benar-benar runtuh.

Posting Komentar untuk "Dugaan Skandal 'Japrem' Kampar: Kapolres Perintahkan Bawahan Tarik Setoran Kejahatan Lingkungan"