Diduga Idap 'Katarak Selektif' Terhadap Praktik Judi, Kasat Reskrim Polres Belawan Didesak 'Istirahat Panjang' di Yanma Polda Sumut

MEDAN/BELAWAN – SATGASUSMERAHPUTIH

Gelombang desakan agar Kapolda Sumatera Utara segera mengevaluasi kinerja Kasat Reskrim Polres Belawan, AKP Agus Purnomo, semakin menguat. Desakan ini muncul menyusul dugaan ketidakmampuan—atau keengganan—aparat penegak hukum setempat dalam memberantas wabah perjudian yang semakin menjamur di wilayah hukum Belawan.

Dalam sebuah pernyataan terbuka yang ditujukan kepada Bapak Kapolri dan Kapolda Sumut, elemen masyarakat menyoroti adanya indikasi medis metaforis yang dialami oleh pucuk pimpinan Reskrim tersebut, yakni "katarak selektif".

Indikasi "Katarak Selektif"
Publik menilai kinerja Reskrim Polres Belawan saat ini mengalami anomali. Mata hukum yang seharusnya tajam, mendadak "kabur" dan tidak fokus ketika dihadapkan pada lokasi-lokasi perjudian yang beroperasi secara terang-terangan.


"Kami menduga ada gangguan penglihatan serius. Aneh rasanya jika praktik judi yang kasat mata di depan hidung tidak terlihat, sementara kasus lain bisa dipantau. Ini indikasi 'katarak selektif' yang butuh penanganan serius," ujar perwakilan warga dalam surat terbukanya.

Kalah Gesit dengan "Mamak-Mamak"
Kritik tajam juga dilayangkan terkait sensitivitas aparat terhadap lingkungan.

Ironisnya, intelijen kepolisian dinilai kalah cepat dan kalah akurat dibandingkan informasi yang beredar di kalangan ibu-ibu (mamak-mamak) Belawan.

"Mamak-mamak di pasar saja tahu di mana lapak judi buka, jam berapa mainnya, dan siapa bandarnya. Jika Kasat Reskrim tidak tahu, artinya beliau sudah kalah gesit dan kalah informasi dari warga sipil. Ini preseden buruk bagi citra Polri Presisi," tambah pernyataan tersebut.

Solusi: Mutasi ke Yanma untuk "Istirahat"
Atas dasar ketidakefektifan tersebut, masyarakat meminta Kapolda Sumut untuk memberikan "obat" yang tepat, yakni mutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut. 

Posisi Yanma dinilai tepat sebagai tempat istirahat bagi perwira yang pundaknya dirasa terlalu berat memikul beban pemberantasan kriminalitas di lapangan.

"Tolong Pak Kapolda, beri beliau istirahat panjang. Sepertinya beban Reskrim di Belawan terlalu berat. Mutasi ke Yanma adalah langkah bijak agar penyegaran bisa dilakukan dan hukum kembali tegak di Belawan," tutup desakan tersebut.

Masyarakat menanti langkah tegas Kapolri dan Kapolda Sumut untuk membuktikan tagline Polri Presisi bukan sekadar jargon, melainkan tindakan nyata di lapangan.

#SuratTerbuka #Kapolri #PolriPresisi #Belawan #SikatJudi

Posting Komentar untuk "Diduga Idap 'Katarak Selektif' Terhadap Praktik Judi, Kasat Reskrim Polres Belawan Didesak 'Istirahat Panjang' di Yanma Polda Sumut"