Jeritan Warga Titi Besi ke Pangdam I/BB: "Tanah Kami Dikeruk, Mafia Pasir Aman Tak Tersentuh"


DELI SERDANG - SATGASUSMERAHPUTIH

Kejahatan lingkungan di aliran Sungai Ular, tepatnya di Desa Titi Besi Baru dan Titi Paku, Kecamatan Galang, kini telah mencapai titik kritis. Hingga hari ini, aktivitas penambangan pasir ilegal (Galian C) di kawasan tersebut terpantau masih beroperasi secara terang-terangan dan tanpa hambatan, seolah kebal terhadap hukum dan wibawa negara. Selasa, 24/02/2026


Fakta terbaru di lapangan menunjukkan pemandangan yang mengkhawatirkan. Alat berat seperti ekskavator dan mesin penyedot pasir masih terus beroperasi siang dan malam. 

Dampak kerusakannya kini sangat nyata: pondasi alami Jembatan Titi Besi terus tergerus. 

Jika ratusan kubik pasir terus dijarah setiap harinya, ancaman rubuhnya jembatan dan bencana hidrometeorologi bagi ribuan warga sekitar bukan lagi sekadar peringatan, melainkan bom waktu.

Sorotan Terhadap Dugaan Keterlibatan Oknum "LN"
Di tengah seruan tegas Panglima TNI agar prajurit selalu hadir menjadi solusi bagi kesulitan rakyat, fakta di Deli Serdang justru memperlihatkan ironi. 

Warga setempat dan sejumlah sumber terpercaya menduga kuat bahwa operasi haram ini berjalan lancar karena dibekingi oleh seorang oknum Anggota Provost berinisial "LN".


Bagi warga Desa Titi Besi Baru, situasi ini menciptakan teror psikologis tersendiri.

"Tanah kami dikeruk, bukti kerusakan sudah di depan mata, tapi anehnya para mafia ini aman-aman saja tanpa tersentuh hukum," ungkap salah satu perwakilan warga yang enggan disebut namanya demi keamanan.


Aparat Kepolisian Diduga "Masuk Angin"
Penegakan hukum di wilayah ini seakan lumpuh. 

Absennya tindakan tegas dan operasi penggerebekan dari kepolisian setempat memunculkan stigma di masyarakat bahwa aparat hukum "gemetar" ketika harus berhadapan dengan kekuatan oknum berbaju loreng di balik tambang tersebut.


Terkait hal ini, publik dan warga terdampak mengeluarkan desakan dan ultimatum keras:

 * Meminta Kepolisian Bertindak: Jika Polres setempat merasa ragu atau terintimidasi, warga mendesak agar penindakan melibatkan Polisi Militer (PM) secara gabungan.

* Pembersihan Institusi TNI: Meminta Pangdam I/Bukit Barisan dan Panglima TNI untuk segera merespons jeritan warga Deli Serdang. Publik menuntut investigasi, penindakan tegas, hingga proses hukum militer bagi oknum "LN" jika terbukti menjadi "duri dalam daging" yang merusak nama baik kesatuan.

 * Hentikan Operasi Segera: Segel lokasi dan tarik seluruh alat berat dari Sungai Ular sebelum Jembatan Titi Besi benar-benar rubuh dan memakan korban jiwa.

Rakyat Deli Serdang kini menanti wujud nyata dari keadilan. Hukum tidak boleh kalah oleh mafia, dan aparat penegak hukum harus segera membuktikan integritasnya di Sungai Ular.



Posting Komentar untuk "Jeritan Warga Titi Besi ke Pangdam I/BB: "Tanah Kami Dikeruk, Mafia Pasir Aman Tak Tersentuh""