AROGANSI SERAGAM LORENG! Diduga Dibekingi Provost "LN", Tambang Ilegal di Galang Tantang Hukum, Warga: Polisi Gemetar, Kami Jadi Tumbal!


DELI SERDANG – SATGASUSMERAHPUTIH

 Kejahatan lingkungan yang terjadi di aliran Sungai Ular, tepatnya di Desa Titi Besi Baru dan Titi Paku, Kecamatan Galang, bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sebuah pertunjukan arogansi yang menjijikkan.

 Aktivitas penambangan pasir ilegal di wilayah ini berlangsung secara brutal, telanjang, dan seolah menantang negara, diduga kuat karena berlindung di balik seragam seorang oknum TNI.


Fakta di lapangan sangat mengerikan. Siang dan malam, alat berat ekskavator dan mesin penyedot meraung-raung, menggerogoti perut bumi tepat di sisi kiri dan kanan Jembatan Titi Besi yang mengarah ke pabrik tapioka Sari Tani Jaya.

Ratusan kubik pasir dijarah setiap harinya demi memperkaya segelintir orang, sementara ancaman jembatan rubuh dan bencana alam mengintai ribuan nyawa warga sekitar.

Oknum "LN": Pelindung Rakyat atau Pelindung Mafia?
Ironis dan memalukan. Di saat Panglima TNI menyerukan prajurit untuk menjadi solusi bagi rakyat, seorang oknum berinisial Provost "LN" justru diduga kuat berkhianat dengan menjadi beking utama operasi haram ini. Seragam yang seharusnya menjadi simbol kehormatan, kini diduga digadaikan demi bisnis pasir ilegal.

Warga Desa Titi Besi Baru kini hidup dalam ketakutan yang nyata. Bayang-bayang bencana seperti yang terjadi di Tapanuli Tengah dan Aceh Tamiang kini ada di depan mata mereka.

"Kami ini seperti menunggu giliran mati. Tanah kami dikeruk, sungai kami dihancurkan. Bukti sudah banyak, bencana di daerah lain sudah nyata, tapi di sini para mafia tertawa di atas penderitaan kami," jerit salah seorang warga dengan nada putus asa.

Aparat Kepolisian Diduga "Mandul" dan Gemetar
Lebih menyedihkan lagi, hukum di wilayah ini seakan lumpuh total di hadapan sang oknum. 

Warga menuding pihak kepolisian setempat "masuk angin" dan kehilangan nyali. Tidak adanya tindakan tegas melahirkan dugaan liar bahwa aparat penegak hukum takut menyentuh lokasi tersebut karena ada "orang kuat" berbaju loreng di belakangnya.

"Bagaimana mau ditindak? Polisinya saja kami duga takut. Mafia galian C ini dibekingi oknum TNI Provost 'LN'. Makanya polisi tidak berani grebek. Hukum macam apa ini? Giliran rakyat kecil salah sedikit langsung ditangkap, giliran oknum TNI main tambang, semua aparat bisu!" ungkap warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan nyawanya.

Warga menuntut tindakan konkret, bukan janji manis. "Kami menantang aparat! Jika polisi takut, bawa Polisi Militer (PM)! Seret mereka, pasang police line, dan hentikan kegilaan ini sebelum desa kami tenggelam!"

Tantangan untuk Petinggi TNI
Awak media kini tengah berupaya mendobrak pintu Pasi Intel untuk menuntut klarifikasi. 

Publik menunggu, apakah institusi TNI akan membiarkan "duri dalam daging" seperti Provost "LN" merusak nama baik kesatuan, atau akan ada tindakan tegas berupa pemecatan dan proses hukum militer?

Jangan sampai rakyat beranggapan bahwa hukum di negeri ini tumpul ke atas dan tumpul ke sesama aparat. 

Panglima TNI, dengarkan jeritan rakyatmu di Deli Serdang!

Posting Komentar untuk "AROGANSI SERAGAM LORENG! Diduga Dibekingi Provost "LN", Tambang Ilegal di Galang Tantang Hukum, Warga: Polisi Gemetar, Kami Jadi Tumbal!"